Pada tanggal 21 Agustus 2021 KKN Tematik Adaptasi Kebiasaan Baru Universitas Muhammadiyah Purwokerto kelompok 069 Desa Gripit Kecamtan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara melaksanakan program kerja kelompok wajib yaitu Webinar Tematik yang bertema “Peran Orang Tua Dalam Motivasi Belajar Anak Di Masa Pandemi Covid-19” dengan pembicara ibu Nia Anggri Noveni, S.Psi., M.A., dosen Fakultas Psikologi UMP. Kasus virus Covid-19 tersebar di Indonesia pada awal bulan Maret 2020. Hal tersebut berdampak pada semua aspek kehidupan salah satunya pada bidang pendidikan. Pada masa awal pandemi sekolah-sekolah diliburkan selama 2 minggu, kemudian virus menyebar tidak terkendali menjadikan sekolah-sekolah beralih ke sistem belajar secara daring atau online.
Sebenarnya pembelajaran daring menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tetapi orang-orang terutama orang tua siswa SD belum terbiasa dengan system seperti ini jadi banyak orang yang mengalami curtural lag atau perubahan sosial yang cukup tinggi karena anak-anak SD yang sekolah seperti orang tuanya. Keluh kesah kita sebagai orang tua anak-anak sulit mencerna materi karena tidak adanya tatap muka secara langsung, koneksi internet seringkali menjadi kendala, tidak berinteraksi dengan oang lain secara langsung membuat anak-anak kurang bersemangat mereka ketika belajar lebih banyak mainnya, sulitnya tugas-tugas yang diberikan karena anak-anak tidak paham dengan materi yang diberikan.
Sekolah-sekolah di Desa Gripit juga melaksanakan pembelajaran secara daring atau online tapi belum bisa maksimal karena di Gripit sendiri yang berada di daerah pegunungan kesulitan dalam koneksi internet dan terkendala dengan penggunaan teknologi yang tidak semuanya memiliki dan menggunakan terutama pada penggunaan laptop. Webinar dihadiri oleh peserta dari Forum Kesehatan Rukun Tetangga (FKRT), yaitu perkumpulan kader kesehatan yang anggotanya terdiri dari masyarakat yang secara suka rela meluangkan waktu, pikiran dan tenaga serta memiliki kompetensi untuk peningkatan pemberdayaan sebagai salah satu wujud untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Gripit.
Saat webinar dilaksanakan kebanyakan anggota FKRT sebagai orang tua yang hadir memiliki anak yang berada ditingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah. Para orang tua mengeluhkan untuk ukuran anak SD belum terlalu mengenal perangkat pembantu atau gadget dan mereka dibatasi penggunaan gadget hanya untuk kegiatan belajar. Kami mewawancarai salah satu siswa MI Gripit “Pembelajaran online atau daring ini buat saya si awalnya gak masalah yaa.. cuma saya benar-benar merasa bosan jika harus mendengarkan atau membaca sendiri materi yang disampaikan guru, saya kangen sekolah tatap,” kata Ainun, siswa MI.
Kemudian dari orang tua kami juga mendapatkan hasil jawaban yang tidak jauh berbeda “Saya pribadi kurang yakin yaa, dengan sistem daring ini, karena sejak pandemi melanda, sekolah beralih sistem menjadi daring dan dengan menggunakan sistem seperti ini.. anak saya justru jadi tidak semangat belajar karena sulit memahami materi yang disampaikan secara online. Apalagi saya pribadi sebagai orangtua tidak punya basic mengajar.” kata Martini saat webinar dilaksanakan.
Menurut pendapat dari peserta webinar, sebelum ini para orang tua memiliki pemikiran belajar secara online membuat anak-anak cukup kesulitan dan membuat orang tua cukup kesusahan karena selama belajar kurang memahami materi sehingga kurang bisa mendampingi belajar anak. Dari kegiatan webinar yang telah dilaksanakan oleh kelompok kami mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat desa Gripit terutama FKRT (Forum Kesehatan Rukun Tetangga) RT 01/ RW 01 yang menjadi peserta webinar ini. Ibu-ibu mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk mendampingi anak dalam belajar secara online di masa pandemi ini.